Untaian

Aku Tidak Butuh Hidup 1000 Tahun lagi,Aku hanya Mau Hidup 1000 Karya Lagi

Senin, 07 Oktober 2013

Lelaki Sejati

ALhamdulillah, Embun sudah di vonis hamil oleh tes pek (bacanya) trus sama Pak Dokter SPOG, kemudian sama Mbah dukun yang namanya menjadi terkenal dan dia memutuskan untuk jadi dukun beranak karena saya ajari 26 tahun lalu dan terakhir oleh nenek-nenek mantan bidan yang pensiun muda...
Senangnya mendengar kabar ini sampai membuat mukaku tidak berekspresi trus karena tidak ada ekspresi maka Embun menjadi agak merajuk...
jadi Gue harus bilang WOOWWW gt?
emang terkadang aneh yang namanya perempuan itu...
g bisa di tebak,
"Yah memang gini ekspresi ku, Embun"
tapi apapun itu, akhirnya ku bisa membuktikan bahwa aku adalah lelaki sejati yang amat sangat sejati....

Senin, 01 April 2013

Cuma



Kisah...
fiksi...
Saat2 lembur untuk mempersiapkan buka cabang di luar daerah....
teringat dengan beberpa percakapan yang menurut saya sangat .....
kata-kata "aja, cuma" terkadang keluar begitu saja...
tetapi efeknya begitu dahsyat, yah, minimal menurut pendapat pribadi.. teringat kisah beberapa hari lalu, ketika kepala sekolah menawarkan kerjasama dengan usaha saya, awalnya saya berniat untuk mengabulkannya, saya sudah berfikir untuk mengalihkan kerjaan saat waktu berlangsung acara, tetapi ketika kalimat tadi terucap,
"Insyaallah g lama mas, kan cuma ..... aja.."
"Tolong sekalian bawakan ya, kan cuma itu aja, nanti kita ganti"
"waktunya sudah kita tentukan, nanti mas langsung praktek aja, kan cuma ... aja... saya juga mau belajar"
akhirnya keputusan yang hendak mengabulkan permohonan kepsek tersebut ditolak....
bukan bermaksud tidak mau berbagi, tetapi ini benar-benar SANGAT bertolak belakang dengan prinsip pribadi... yah, mungkin terlalu ekstrim, tapi maaf, ini prinsip....
saya paling tidak suka ada orang yang MENYEPELEKAN ILMU...
apapun itu...
tidak hanya itu, termasuk penyepelean manusia...
jika memang "cuma dan aja", mengapa tidak nyari di sana aja, atau belajar AJA sendiri... atau AJA dan AJA aja...
bukan besarnya materi yang saya permasalahkan, GRATIS pun dan bahkan KITA yang beri semuanya seperti acara2 yang sama akan kita lakukan, tetapi jika memang CUMA dan AJA, maka mari kita hitung-hitungan AJA...
Berapa berani ANda membayar waktu saya?
jika saya mengerjakan pekerjaan lainnya bisa saja saya menghasilkan dari apa yang anda tawarkan,
belum lagi pesanan yang akan datang dan pesanan yang akan berlanjut...
CUMA segitu AJA....

this is my rule...
welcome to my live...
JAUHKAN diri dari sifat itu maka anda akan SUKSES!

contoh kecil,
A:"Mas, usahanya apa?"
B: "Tukang cuci Pak"
A:"Ooo, tukang cuci aja? kemaren tamat apa?"
B: "Iya, Pak. Mahasiswa univ .... Pak"
A:" O... Mahasiswa Cuma kerja jadi tukang cuci? cukup?"
B:"alhamdulillah, Pak. Dicukup-cukupkan"
A:"Jadi nyucinya dimana? kali? yang sabar ya.. rumahnya dimana?
B:"Di tempatnya, Pak. sekarang rumah saya di Apartemen Ciputra, lantai 5"
A:"Oo.. di loteng, "
B:"Oya Pak, maaf ya, saya mau izin"
A:"Oya, maaf ya mengganggu waktu nyucinya..mau kemana lagi?"
B:"Iya Pak, gak pa pa, terimakasih. besok kalau mau nyuci ke tempat saya aj y pak, dekat kota ini ada 10 cabang, nanti bilang aja teman saya, ini kartu nama saya, insyaallah nanti kita kasih diskon.. Maaf Ya Pak, saya harus pergi sekarang. Pesawat mau berangkat 2 jam lagi, saya ada mau ngecek n ngasi wejangan sama ratusan agen saya dibeberapa daerah . monggo Pak..."
A:"????//////@#$^&&(*(*)_(_()__)

by : Sang Penggerak - Agus Yoni PW-

Senin, 21 Januari 2013

DUIT

Alhamdulillah sampai juga pekanbaru...
Sampai siang langsung Gas Orderan bernilai jutaan sampai sore.
Sampai Panam saat buka.
Hmm... Nikmatnya....
Mlam ni menambah wawasan dan skill lagi...
Semoga bias mahir dan kemudian beberapa hari lagi launching trus dapat duit lagi... 
Intinya, apapun kondisinya, Harus jadi DUIT!...
Teringat kata-kata saat pelatihan Kewirausahaan di P2K2..
"Teruslah bekerja sampai pikiranmu hanya ada "UANG, UANG dan UANG""...
andai jumpa beliau, saat ini akan saya katakana.. Pak, ajaranmu telah benar-benar masuk di tubuhku, meresap ke segala sumsum dan aliran darahku... Lebai.co.id..
but, whateverlah....
Saya nak berbagi, jika teman-teman nak berDUIT.
teruslah berdoa dan pikirkan itu (DUIT)...
apapun kerjaannya harus berfikir gimana bias dijadikan DUIT.
untuk urusan amal dan sedekah, tak lah awak nak sampaikan disini, itu terserah individu masing-masing.
yang jelas teruslah berusaha!
Eits... tetapi bukan berarti harus menilai segala oakai duit ya, cuma berfikir bagaimana apa yang kita miliki bias dijadikan DUIT. dan ini hal yang berbeda.


Lopek Bugi Sebuah ide wirausaha

Pagi-pagi makan Lopek Bugi...
Luar biasa, Teringat awal mereka jualan tidak seramai ini Jalan raya Pekanbaru - Bangkinang, Karena kejelian sang Inovator dan semangat membara untuk Berwirausaha, kini hampir setiap orang yang lewat di"paksa" berhenti.
begitu banyak penjual Lopek Bugi dengan berbagai varian..
Benar-benar Semangat Berwirausaha yang luar biasa!

Agus Yoni PW
Sang Penggerak

Emas Abdurrahman bin Auf

Sebuah cerita,
Nabi Muhammad SAW berkata tentang abdurrahman bin auf.
"Jika dia menganggkat batu, niscaya di bawah batu itu adalah emas"
Ini bukan berarti bahwa Abdurrahman Bin Auf seorang tukang sihir atau diberi kelebihan mengubah sesuatu menjadi emas, bukan pula diberi mukjizat seperti para nabi.
menurut saya ini adalah perumpamaan yang diberikan Rosulullah SAW kepada beliau, perumpamaan yang sangat cerdas.
inilah hasil dari manivestasi kecerdasan Abdurrahman dalam berbisnis atau jika kita ambil pengertian sekarang, pandai mencari peluang bisnis.
"Emas" yang dikatakan Rosulullah bisa berarti sesuatu yang sangat berharga atau menggambarkan materi.
Sehingga bisa dikatakan, apapun yang dilihat oleh Abdurrahman bin auf "BISA MENJADI EMAS", yup, bisa jadi setelah diolah akan menjadi uang dan uangnya dibelikan emas.
Itulah kecerdasan Abdurrahman Bin Auf,
semoga kita bisa meniru beliau,
Memanfaatkan segalanya yang dekat dengan kita menjadi sesuatu yang bernilai dan akan menjauhkan kita dari kekufuran. Begitu banyak saudara-saudara kita yang berganti keyakinan dikarenkan sekilo beras dan sekotak indomie.


Sang Penggerak
Agus Yoni PW

Faktor Kali....

Sudah saatnya berkembang... Berfikir faktor kali...
Tetapi begitu susah mencari dan membuat sistem yang menguntungkan semua pihak...
Ibarat membut pedang bermata dua, jika ini berhasil dan bisa dipantau, akan memudahkan empunya, tetapi jika salah langkah, tidak hanya melukai empunya, juga mematikan

Karyawanku ya Mitraku

Selama ini ternyata rekan-rekan bisnis dari golongan tua.
Mudah-mudah susah memanage Bapak-bapak, tetapi kunci dari itu nampaknya sentuhan qolbu.
Alhamdulillah selama kita tidak memposisikan diri sebagai bos atau manager di depan mereka, semua akan lancar.
Anggap mereka adalah mitra kita, dan memang mereka mitra kita...
Sekali lagi nampaknya perlu diucapkan, "manager bukan harus duduk tanpa kerja". Bukan itu tingkatan manager berhasil, berhasil bukan dari banyaknya menyuruh-nyuruh, tetapi seberapa banyak hasil yang didapatkan dari planning.
Masih terlalu muda rasanya jika menganggap diri sebagai bos dan dengan mudah nya mengambil sikap "ongkang-ongkang " kaki hanya untuk menunjukkan diri adalah bos atau manager yang disegani...
Hampir semua "kepala" divisi dalam bisnis ini adalah Golongan tua.
bisa dikatakan 90% pekerjaan mereka sangat memuaskan, penuh dedikasi. Memang awalnya sulit menerapkan sistem ini di hadapan mereka karena mungkin selama ini mereka terbiasa dengan sistem pasaran. Tetapi dengan rutinnya komunikasi, sedikit demi sedikit mereka mengerti arti keprofesionalan.
Dari berbagai golongan, baik dari agamais, nasionalis bahkan yang berkeyakinan KTP bisa menerima sistem ini, Alhamdulillah ya...
dan akhirnya mereka kenal dengan sistem islam, profesional.
kemudian baru mereka melihat personnya, "Ternyata orang islam seperti ini dalam bisnis" dan secara tidak sadar mereka telah menerima bahkan menerapkan nilai-nilai agama.
Sungguh tidak terbayangkan jika awalnya langsung menggurui mereka dengan dalil-dalil yang terkadang terucap apa yang tidak kita perbuat bahkan terucap apa yang beralainan dengan kita, akhirnya ketika orang melihat akan beranggapan "Omong Kosong, sok bicara Agama, mereka belum pernah aja turun dalam bidang ini makanya bisa ngomong gini. Coba kalau ada masalah gini, gitu? Alah, kemarin dia melarang-larang ini itu, sekarang dia yang gitu? dasar orang ....., etc" dan akhirnya akan memperburuk citra background...
Cukuplah kata-kata keagamaan itu meresap dalam aliran darah dan desahan nafas kemudian menghasilkan gerakan intisari dari kata-kata itu, sebuah tindakan real yang menjelaskan kata-kata itu.
Saat ini orang sudah bosan dengan kata-kata, semua mulut bisa menyampaikan itu, bahkan ceramah-ceramah sudah bisa dilakukan oleh kaset, vcd dan sejenisnya. yang belum adalah yang melaksanakan hasil ceramah tersebut...
Yah,.. Memang tidak lah kita sempurna, tetapi apa salahnya kita mendekati kesempurnaan Illahinyah, karena yang sempurna itu hanyalah Milik Tuhan..